JANGAN BIARKAN DIRI KITA MENJADI SEPERTI QARUN

Kecelakaan bagi mereka yang bersifat kikir. Karena di setiap pagi Malaikat Allah selalu mendoakan doa yang buruk kepada manusia yang kikir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]

Kematian Adalah Kepastian, Apa Yang Sudah Engkau Persiapkan? Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ“

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali ‘Imran : 185)

Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang TERUS MENGALIR pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“

Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara:

    1. sedekah jariyah,
    2. ilmu yang diambil manfaatnya,
    3. anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim No. 1631)

Sebagai Salah Satu Ikhtiar Dalam Melakukan Amal Jariyah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ“

Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:

    1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
    2. Anak shalih yang ia tinggalkan.
    3. Mushaf Al-Quran yang ia wariskan.
    4. Masjid yang ia bangun.
    5. Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
    6. Sungai yang ia alirkan.
    7. Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah No. 242)

Maka dari itu ayo kita menjadikan diri untuk tetap semangat berbagi. Mari ambil bagian dalam gerak berbagi. SEJUKAN HATI DENGAN BERBAGI, UNTUK MERAIH MANFAAT YANG ABADI. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah untuk rajin berbuat kebajikan.

Posting Komentar

0 Komentar