- Shalat Dulu 2 Raka'at, Baru Duduk Di Masjid
- Rasulullah ﷺ Perintahkan Sahabat Shalat 2 Raka'at Sebelum Duduk Di Masjid
- Bahkan Saat Khatib Jum'at Berkhutbah, Tetap Shalat 2 Raka'at
- Tidak Ada Lagi Shalat Sunnah Jika Iqamah Sudah Berkumandang
- Pengertian Shalat Tahiyyatul Masjid
- Berkali-Kali Masuk Masjid, Berkali-Kali Juga Disunnahkan
- Beberapa Pengecualian Boleh Tidak Shalat Tahiyyatul Masjid
- Rasulullah ﷺ sangat menekankan shalat tahiyatul masjid sebelum duduk di masjid
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا دَخَلَ أحَدُكُمُ المَسْجِدَ، فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan shalat 2 rakaat.” (HR. Bukhari No. 444 dan Muslim, No. 714)
Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَتَيْتُ النَِّبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي المَسْجِدِ ، فَقَالَ:صَلِّ رَكْعَتَيْنِ
“Aku mendatangi Nabi ﷺ dan Beliau berada di masjid. Beliau bersabda ketika itu: ‘Lakukanlah shalat dua rakaat.’” (Bukhari No. 443 dan Muslim No. 715)
Jabir bin ‘Abdillah berkata:
جَاءَ رَجُلٌ وَالنَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: أَصَلَّيْتَ يَا فُلاَنُ؟ قَالَ لاَ. قَالَ: قُمْ فَارْكَعْ
“Ada seseorang yang datang dan saat itu Nabi ﷺ sedang berkhutbah pada hari Jum’at. Nabi bertanya padanya (di tengah-tengah khutbah), “Apakah engkau sudah shalat wahai fulan?” “Belum”, jawabnya. Nabi ﷺ lantas memerintahkan, “Berdirilah, shalatlah.” (HR. Bukhari No. 930)
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ
“Jika sudah dikumandangkan iqamah, maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib.” (HR. Muslim No. 710)
Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Tahiyyatul Masjid adalah shalat yang dilakukan sebanyak 2 raka'at, dan dikerjakan oleh seseorang ketika masuk ke masjid. Adapun hukumnya termasuk sunnah berdasarkan konsensus karena hal itu merupakan hak setiap orang yang akan masuk ke masjid, sebagaimana dalil-dalil yang telah disebutkan.” (Fathul Bari: 2/407)
Imam Syaukani rahimahullah berkata: “Bahwa shalat Tahiyatul Masjid disyari’atkan, meskipun berkali-kali masuk ke masjid, sebagaimana secara ekplisit dinyatakan dalam hadits.” (Nailul Authar: 3/70)
Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dikecualikan bagi Khatib masjid, yang akan masuk ke masjid untuk shalat, dan berkhutbah di hari jum’at, maka seorang Khatib tidak perlu melakukan shalat Tahiyatul Masjid Dikecualikan juga bagi pengurus masjid, karena ia diberi amanah untuk senantiasa keluar masuk masjid, jika setiap keluar masuk di perintahkan untuk shalat tahiyatul masjid, tentu hal itu akan memberatkan baginya Sebagaimana pula tidak disunnahkan bagi seseorang yang masuk ke masjid sedangkan imam telah menegakkan shalat fardhu atau telah selesai dikumandangkan iqamat, karena sesungguhnya shalat fardhu telah cukup walaupun tidak shalat tahiyatul Masjid.” (Subulus Salam: 1’/320)
Ketika ada Sahabat yang mendekati Beliau yang saat itu berada di masjid, maka Rasulullah ﷺ lantas menyuruh sahabat tersebut untuk shalat sunnah 2 raka'at terlebih dahulu. Bahkan Nabi ﷺ menghentikan khutbah Jum'at Beliau demi memerintahkan sahabat yang baru datang ke masjid untuk shalat sunnah 2 raka'at sebelum duduk. Masjid adalah rumah ALLAH ﷻ di muka bumi, maka hormatilah dengan mendirikan shalat 2 raka'at sebelum duduk di dalamnya.
0 Komentar