- Jangan Banggakan Dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:
- Bencilah Maksiat Itu. Rasulullah ﷺ bersabda:
- ALLAH dan Rasul-NYA lebih ia cintai dari selain keduanya,
- Ia mencintai saudaranya hanyalah karena ALLAH,
- ia benci kembali pada kekufuran setelah ALLAH menyelamatkan darinya, sebagaimana ia benci jika dilemparkan dalam neraka.” (HR. Bukhari No. 21 dan Muslim No. 43)
- Ditutup Di Dunia Ditutup Di Akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda :
- Benci Kembali Kepada Kemaksiatan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di: “Yusuf ‘alaihis salam memilih dipenjara daripada terjerumus dalam maksiat. Ini menunjukkan bahwa jika seseorang dihadapkan pada dua pilihan antara memilih berbuat maksiat ataukah mendapatkan siksa dunia, hendaklah ia memilih mendapatkan siksa dunia supaya ia selamat dari terjerumus dalam dosa yang akhirnya mendapatkan siksa di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu di antara tanda iman adalah seseorang benci kembali pada kekufuran setelah ALLAH menyelamatkannya darinya sebagaimana ia tidak suka jika dilempar dalam api.” (Taisir Al Karimir Rahman, 407)
- ALLAH ﷻ Marah Bila Aib Sendiri Dibuka. Ibnu hajar rahimahullahu berkata: "Barang siapa yang berkeinginan untuk menampakkan kemaksiatan dan menceritakan perbuatan maksiat tersebut, maka dia telah menyebabkan RABB-nya marah kepadanya sehingga Dia tidak menutupi aibnya tersebut..” (Fathul Bari)
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
“Setiap umatku akan dimaafkan, kecuali mujahirin (pelaku maksiat dengan terang-terangan). Dan termasuk dalam mujaharah (berbuat maksiat dengan terang-terangan), (yaitu) seseorang melakukan satu perbuatan pada malam hari, kemudian dia memasuki waktu pagi dan ALLAH menutupi perbuatannya itu, lalu ia mengatakan “Wahai, fulan. Semalam aku melakuan ini dan itu” Dia tidur semalam dan ALLAH menutupi perbuatannya, lalu ketika memasuki waktu pagi dia membuka tabir ALLAH.” (HR. Bukhari No. 6069 dan Muslim No. 2990)
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ
“Tiga perkara yang bila seseorang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu:
اَ يَسْتُرُ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ فِى الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika ALLAH menutupi dosa seorang hamba di dunia, maka ALLAH akan menutupinya pula pada hari kiamat.” (HR. Muslim No. 2590)
Sekali meninggalkan zina, maka jangan pernah kembali ingin mencicipinya, demikian juga judi, riba, dan maksiat lainnya. Sungguh syahwat dan syubhat itu begitu kuat, sedangkan hati mudah berbolak-balik. Jangan pernah untuk bernostalgia dengan kemaksiatan
Demikian juga dengan maksiat-maksiat yang pernah dilakukan. Bencilah sebagaimana benci dicampakkan ke neraka, setelah ALLAH ﷻ menyelamatkan diri darinya dan menutup aib-aib kita..
0 Komentar