Muslim yg sadar bahwa dosanya banyak, amalnya sedikit, serta kematian itu pasti, tentu dia takut dengan siksa kubur... Agar bekal yang dimilliki semakin banyak dan dapat menyelamatkannya di akhirat, maka dia pun dapat melakukan amalan2 dalam hidupnya yg pahalanya akan terus mengalir setelah dia wafat... Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
- "Ada 7 perkara yang pahalanya terus mengalir untuk seorang hamba setelah dia mati, padahal dia itu berada di dalam kuburnya; orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai (yang telah trputus), membuatkan sumur, & menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushhaf al-Qur'an, serta meninggalkan seorang anak yg memohonkan ampunan utknya setelah dia wafat" (HR. Al-Bazzar serta al-Baihaqi, lihat Shahiihut Targhiib no. 73, hadits dari Anas bin Malik)
- ".....Sebuah rumah yang dia bangun untuk para musafir dan sedekah yang dia keluarkan pada saat dia sehat dan masih hidup namun masih bermanfaat setelah wafatnya" (HR. Ibnu Majah, al-Baihaqi & Ibnu Khuzaimah, lihat Shahiihut Targhiib no. 77, hadits dari Abu Hurairah)
- "Ribath (yaitu berjaga-jaga di daerah perbatasan) sehari semalam lebih baik, daripada berpuasa serta shalat malam selama satu bulan. Apabila dia itu wafat, niscaya pahala amalnya yang biasa dia lakukan akan terus mengalir, & demikian juga rezekinya, dan dia aman dari fitnah (kubur)" (HR. Muslim no. 1913, hadits dari Salman al-Farisi)
- "Dan barangsiapa menggali kuburan untuk mayit, lalu mayit itu dimakamkan di sana, niscaya Allah akan mengalirkan ganjaran baginya, sebagaimana ganjaran memberikan tempat tinggal yg telah dia tinggali sampai Hari Kiamat nanti" (HR. Al-Hakim, Shahiihut Targhiib no. 3492)
- "Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman kemudian dimakan oleh manusia, hewan atau burung, melainkan semuanya menjadi shadaqah untuknya sampai Hari Kiamat" (HR. Muslim no. 1552, hadits dari Jabir bin Abdillah)
- "Barangsiapa membuat (memulai) contoh yang baik dalam Islam (sesuatu yang sesuai sunnah Nabi ï·º), maka dia mendapatkan pahalanya, & juga pahala dari orang yang telah mengamalkannya (yang mengikutinya) setelahnya, tanpa mengurangi pahala dari mereka sedikit pun" (HR. Muslim no. 1017, hadits dari Jabir bin Abdillah)
- "Barangsiapa yg keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka akan dicatat baginya pahala orang yg berhaji hingga Hari Kiamat. Dan barangsiapa keluar utk berumrah lalu meninggal dunia, dicatat baginya pahala orang yg telah berumrah hingga Hari Kiamat. Dan barangsiapa yg keluar untuk berperang kemudian wafat, maka dicatat baginya pahala orang yang berperang hingga Hari Kiamat" (HR. Abu Ya’laa, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1114, hadits dari Abu Hurairah)

0 Komentar